Kongres AS Akan Diizinkan Tinjau Dokumen Jeffrey Epstein Tanpa Sensor

Washington – Anggota Kongres AS mulai Senin depan bisa akses jutaan halaman dokumen Jeffrey Epstein tanpa sensor di Departemen Kehakiman. Ini kemenangan tekanan bipartisan dari Ro Khanna (Demokrat) dan Thomas Massie (Republik) yang tuntut transparansi penuh soal predator seks itu, setelah bertahun-tahun dokumen disensor lindungi elite. Akses terbatas: no gadget, catatan manual, dan pemberitahuan 24 jam sebelumnya—setengah dari total 6 juta halaman.

Langkah ini respons surat tuntutan mereka ke Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, buka tabir jejaring Epstein yang libatkan tokoh dunia. Dokumen mencakup 3 juta halaman, 2.000 video, 180.000 foto—sebelumnya disensor lindungi korban atau investigasi aktif. Kritik pedas: kenapa baru sekarang? Kematian Epstein 2019 di penjara penuh misteri, Ghislaine Maxwell dipenjara seumur hidup, tapi nama besar seperti Clinton, Trump, atau prince tetap kabur. Apakah Jawa11 siap bantu susun timeline konspirasi ini dari perspektif independen?

Positif, ini bukti Kongres bisa lawan eksekutif kalau bersatu—”Ketika Kongres melawan, Kongres menang,” kata Khanna. Tapi ironis: publik masih disensor, elite Kongres dapat red carpet. Risiko bocor info korban tinggi tanpa mekanisme lindungi privasi, sementara teori konspirasi pedofil elite makin liar di media sosial.

Seperti CNN kupas skandal global, kasus Epstein uji demokrasi AS: transparansi atau perlindungan status quo? Jawaban ada di catatan legislator pekan depan—publik tunggu akuntabilitas nyata.

Untuk pembaruan terkini, kunjungi Beranda.