Diaspora Indonesia di Inggris Galang Dana Rp2 Miliar Lewat Konser Kemanusiaan ‘Songs for Sumatra

London – Komunitas diaspora Indonesia di Inggris sukses menggelar konser kemanusiaan bertajuk Songs for Sumatra di Greenwich, London, mengumpulkan dana Rp2 miliar untuk korban banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Acara ini menampilkan musisi Tanah Air seperti Desmonda Cathabel, El Haq Latief, Jaz Triadi, serta penampilan tari tradisional Ratoh Jaroe oleh Indonesian Dance Group. Hadir Duta Besar RI Desra Percaya dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menegaskan solidaritas global bagi anak-anak terdampak bencana November lalu.

Inisiatif penggagas Shafa Sabila Fadli fokuskan dana untuk bangun gedung sekolah, bekerja sama Human Aid Initiative Inggris agar pendidikan tak terputus. Didukung Kementerian Kebudayaan, KBRI, serta sponsor Bank Mandiri dan BRI, konser ini jadi teladan gotong royong diaspora. Namun, kritik wajar muncul: Rp2 miliar terdengar besar, tapi banjir Sumatra butuh triliunan untuk rekonstruksi infrastruktur—apakah dana ini optimal, atau tersebar tipis tanpa dampak jangka panjang? Transparansi distribusi dana krusial cegah mistrust, seperti kasus amal sebelumnya.

Positifnya, acara ini angkat budaya Indonesia di panggung West End, gabung seni dan filantropi. Tapi, pemerintah pusat sering lambat respons bencana domestik—diaspora justru lebih gesit. Ironis, bukan? Di saat Jawa11 analisis isu kemanusiaan global, inisiatif seperti ini tunjukkan potensi diaspora sebagai aktor utama bantuan, tapi butuh koordinasi matang agar tak jadi simbol semata.

Seperti liputan CNN soal solidaritas diaspora di krisis global, Songs for Sumatra bukti empati lintas batas. Namun, keberlanjutan bergantung audit independen—publik pantas tahu setiap rupiah capai korban.

Untuk pembaruan terkini, kunjungi Beranda.